0

There's an End to every Beginning

Yah beberapa hari lalu aku dapet firasat aneh... kalau diungkapkan sih begini: "Sometimes you don’t realize how important something is…until it's gone. Maybe you should enjoy your situation while you can, good luck for you". Creepy... sampai sekarang masih kerasa was-was sesuatu bakal terjadi.

dan tiba-tiba aja aku kepikiran kalimat-kalimat ini: 
"Ah aku ingin cepet lulus SMA"
"Nanti saja... besok masih libur kan?"
"Bukannya itu tugas minggu depan?"
"Ih kenapa sih harus ada *insert acara*!?"
"Ahahaha... maaf aku harus nganterin-papih-mancing-di-balong."
"Orang disekitarku... nyebelin."
"Aku benci dia karena..."
"Salah, aku hapus aja deh"
"Tch... terserah kamu, peduli amat"
"Mau dateng? Aku enggak ah, males."

Korelasinya dikit? Mungkin ya, mungkin enggak *angkat bahu*
Btw... aku bersyukur aku agak childish, bisa terhibur dengan hal-hal yang simpel. Ahahaha
........................................................................................................................
# Mood: disturbed
# Listening to: cho climax jump :)
# Playing: ...I'll play summon night or something next week
# Watching : toku and dramas (waaai?)
........................................................................................................................
sebel ih. gak produktif dan gak bisa dipaksa produktif... pengen gambar tapi males. pengen nulis tapi males. pengen ngedit2 tapi males. pengen ngerjain pr tapi males. pengen jalan2 tapi males. pengen makan tapi males*?*
2

The Pink Alligator

Zaman dahulu kala ada seekor alligator berwarna pink. Ia dilahirkan di sebuah hutan hijau yang tenang. Karena warnanya yang mencolok, ia tidak dapat berburu. Dia pun kelaparan sepanjang waktu. hewan yang lain merasa benci dan muak akan warnanya, ...seakan-akan alligator itu dikutuk.

Alligator pink memutuskan untuk mengasingkan diri. Namun, dia mendapatkan teman juga pada akhirnya. Temannya adalah seekor burung, burung yang tidak dapat terbang. Alligator mengizinkan temannya untuk berdiri di punggung alligator dan berlatih terbang. Ia sangat senang, sang burung adalah teman pertamanya. Mereka mulai mengunjungi sungai setiap hari. Sang burung senang bernyanyi, sementara alligator pink mendengarkannya. Mereka menikmati masa-masa indah yang mereka lewati bersama.

Namun, kebahagiaan biasanya tidak berlangsung lama. Aligator pink tidak dapat menangkap mangsa dengan mudah. Pink adalah warna yang aneh, mangsanya dapat menyadari kehadiran alligator pink dari jauh. Alligator terpaksa memakan bangkai yang jatuh ke dalam air. Ada kalanya ia tidak dapat menemukan makanan. Dia menjadi sangat lapar sampai merasa pusing setiap saat... dan tanpa sengaja memakan sang burung di suatu hari, saat sang burung sedang tidur di dalam mulutnya. Alligator langsung menyadari kesalahannya. Dengan cepat ia meminum air rawa untuk memuntahkan temannya. Sayangnya sang burung tidak dapat diselamatkan. Setelah kejadian itu, alligator merasa sangat sedih sampai tidak punya nafsu makan lagi.

Alligator pink menangis terus-menerus karena kesedihannya yang mendalam. Dia menangis sampai tenggelam dalam air matanya sendiri. Air matanya berubah menjadi sebuah danau yang indah. Bunga-bunga dan pepohonan rimbun tumbuh di sekitar danau tersebut. Tidak lama kemudian binatang lain menemukan tempat yang indah itu dan beristirahat di sana. Tidak ada satupun dari mereka yang tahu siapa yang menciptakan tempat itu. Mereka bahkan tidak menyadari, alligator pink menghilang untuk selamanya.
Tamat.

Cerita ini ditulis oleh orang yang rada-rada emmm... bukan sayah.
Saya hanya menerjemahkan saja... *pantesan bahasanya ancur*

1

Sesuatu?

Kalau Salma pernah mikirin masalah autisme, akhir-akhir ini aku malah mikirin tentang kepribadian ganda...
...tapi boong, walau sedikit benar. Pusing gak aku nulis apa? Aku sih pusing *messing around with (sadly) the first post of the year*
.....................................................................................................................
# Mood: unreadable
# Listening to: my bro singing "bibirmu dower"
# Playing: 'let's smack our head till red'
.....................................................................................................................