2

The Pink Alligator

Zaman dahulu kala ada seekor alligator berwarna pink. Ia dilahirkan di sebuah hutan hijau yang tenang. Karena warnanya yang mencolok, ia tidak dapat berburu. Dia pun kelaparan sepanjang waktu. hewan yang lain merasa benci dan muak akan warnanya, ...seakan-akan alligator itu dikutuk.

Alligator pink memutuskan untuk mengasingkan diri. Namun, dia mendapatkan teman juga pada akhirnya. Temannya adalah seekor burung, burung yang tidak dapat terbang. Alligator mengizinkan temannya untuk berdiri di punggung alligator dan berlatih terbang. Ia sangat senang, sang burung adalah teman pertamanya. Mereka mulai mengunjungi sungai setiap hari. Sang burung senang bernyanyi, sementara alligator pink mendengarkannya. Mereka menikmati masa-masa indah yang mereka lewati bersama.

Namun, kebahagiaan biasanya tidak berlangsung lama. Aligator pink tidak dapat menangkap mangsa dengan mudah. Pink adalah warna yang aneh, mangsanya dapat menyadari kehadiran alligator pink dari jauh. Alligator terpaksa memakan bangkai yang jatuh ke dalam air. Ada kalanya ia tidak dapat menemukan makanan. Dia menjadi sangat lapar sampai merasa pusing setiap saat... dan tanpa sengaja memakan sang burung di suatu hari, saat sang burung sedang tidur di dalam mulutnya. Alligator langsung menyadari kesalahannya. Dengan cepat ia meminum air rawa untuk memuntahkan temannya. Sayangnya sang burung tidak dapat diselamatkan. Setelah kejadian itu, alligator merasa sangat sedih sampai tidak punya nafsu makan lagi.

Alligator pink menangis terus-menerus karena kesedihannya yang mendalam. Dia menangis sampai tenggelam dalam air matanya sendiri. Air matanya berubah menjadi sebuah danau yang indah. Bunga-bunga dan pepohonan rimbun tumbuh di sekitar danau tersebut. Tidak lama kemudian binatang lain menemukan tempat yang indah itu dan beristirahat di sana. Tidak ada satupun dari mereka yang tahu siapa yang menciptakan tempat itu. Mereka bahkan tidak menyadari, alligator pink menghilang untuk selamanya.
Tamat.

Cerita ini ditulis oleh orang yang rada-rada emmm... bukan sayah.
Saya hanya menerjemahkan saja... *pantesan bahasanya ancur*

.....................................................................................................................
Waste of time, don't read.
Bad grammar is bad.
.....................................................................................................................
Persona!
.....................................................................................................................
"Bro you've got everything, but you dunno anything."
...I'm still in Persona daze, so excuse this post. The story above's taken from P3 too, I barely started P3 but I knew that story already. Hahaha maybe I should stop reading fanfictions before It spoil the whole plot. ^^;

Currently I'm still playing P4. The game's really flawed that it's so good. I mean... the characters' life problems are quite real, It made me thinking a lot of people around me too. Maybe I'll write about it after I got this game finished.

Most noticeably... the crazy thing about the series is the fandom. They basically pair every character in the games, including the persona creatures and dead people auugh. The male characters designed to be ummm... good looking, it's spouting ridiculous amount of slash pairing; basically anyone/anyone. I'm surprised Astari support Souji x Yukiko ...it's normal. Me myself like Kanji x Naoto, Namatame x Margaret *blame a fic* and Souji/Yosuke... in a best friend way, of course. >.>

Speaking of Persona 4... I really like this comic dub, still waiting the 4th part~

.....................................................................................................................
I don't understand myself
.....................................................................................................................
Maybe I should log in livejournal instead of blogger :/

Well... Mei said that I have this scary unreadable expression. Actually she's the 7th person who mentioned it. *sigh* How to explain it... It's weird. Ego clashing, I guess? I felt a rage toward something, but at the same time I scolded myself because of it.
 
Yesterday it was like: "What's wrong with you?! I tried my best and you keep complaining. I tried to fix my fault but you neglected it like I cannot do anything." and then I told myself "Why you always wanted to be appreciated?! This is dumb. Face it, you're not good at this. You'll get better along the time, don't flood your emotion to other people!" and after that... "Look what you've done! Everyone have their problem, you idiot. You raised her personal issue, congratulation. Now she would loss her motivation on things" "But I'm still mad. She got my issue too, I get my share of being cranky, do I?" "No, you don't. Your issue should never existed." "It's not my fault I raised with so much issues, blame people." and lastly... the third voice... "Why the h did I argue myself. Get some water and wash your face, hey me =_="

Jurnal orang stress... selesai.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

hi nuy, i just read your story and it is great! Creative!
although you said it's not yours, it still great!

Nurul Azizah mengatakan...

I think it's horrible... it's supposed to be a story for children. First time I read it, I went --> D:

Maybe the translation doesn't catch the mood very well. Haha... I tried my best though ^^;

thanks for reading~