Tadi pagi... aku iseng baca entry lama blog ini. Salah satu yang berkesan itu pas baca cerita Kei dan Mayo. Heran sendiri kenapa mimpi bisa jadi se-vivid itu. Memang udah beberapa minggu terakhir ini kalau tidur gak pernah mimpi... mungkin karena kecapean atau terlalu serius ngutak-ngatik materi. Jadi ya... ku pikir aku yang sekarang tak seimajinatif jaman dulu. Sudahlah... terima saja karena memang masa depanku tidak sepenuhnya terkait seni rupa.
*ketawa miris*
*ketawa miris*
Tapi barusan.... aku berhasil tidur siang di rumah dan tanpa sengaja ketemuan lagi sama duo Kei-Mayo. Lebih parahnya, ada banyak cast baru yang muncul tiba-tiba. Ada Tami yang sifat dan rupanya mirip Armin; ada Elin, mad scientist muda yang idenya cetar; ada Om Broto, paman matre yang nyaris kehilangan pekerjaan; ada asisten Om Broto (panggil saja dia Pete hahahhaa) orang baik hati nan tidak sombong... terus ada seorang lagi. Lupa nama, lupa rupa, tapi aku inget pas ngumpul jumlah kami jadi berenam dengan hitungan cewek-cowok yang setara.
Sebelum cerita, analisis dulu deh... kenapa semua jadi begini:
-mimpi tentang Kei dan Mayo: gara-gara baca postingan lama
-setting mimpi di komplek rumah: masuk Tarka kali ya?
-kemunculan Tami: karena terobsesi dengan SnK (tapi kok bukan Levi yang muncul ya? *maunya*). Namanya dari nama kucing kampus bercorak oren.
-perdana si Elin: tokoh ini pernah muncul sebelumnya tapi cuma jadi sasaran ghibbah. Agak kaget karena dia benar-benar seperti deskripsi Kei.......
ilmuan gila.
ilmuan gila.
-Om Broto: ini semua gara-gara Fania! kemaren aku denger dia ngelantur: "Brotowali itu... apa ya? kayak nama sesuatu yang tinggi, besar, brewokan dan menyeramkan... Brotowali... Genderuwo... Mirip kan?!" APANYA FAN???
-asisten Om Broto: hukuman Baruna gara-gara telat melulu (berbuka dengan brotowali dan pete). Gak jera lah kalau yang muncul cuma brotowali. Oh iya, kemungkinan gara-gara yel baru juga:
Komando: Hei Baruna kita bermaafan~
YEY!
Pagi pagi gak sahur
Siang lapar menyerang
Malam-malam berbuka--
BERBUKALAAAH DENGAN YANG MANIS
Jangan pake pete atau brotowali
ITU GAK ENAK
Gak enak~
Komando: Barunaaa?
JERA JERA JERA
Baruna mengucapkan mohon maaf lahir dan batin
*salaman sporadis*
Ehem! Langsung saja ke cerita...
*liat jam* ...sepertinya aku gak ada waktu buat nulis semua secara detail. Poin-poinnya aja deh.
-Kei, Mayo, dan aku (sebagai Sheila) sedang liburan tapi gak bisa pulang kampung.
-Merasa kurang kerjaan, kami bertiga jalan-jalan ke luar lingkungan asrama.
-Ternyata kami berjalan terlalu jauh, nyasar ke sebuah perumahan.
-Perumahan itu kecil tapi damai... Mayo terkesan melihat rumah yang biasa saja (maklum, orang kaya)
-Di sekitar masjid, kami bertemu dengan Tami (teringat pesantren Al Sekoting?)
-Tami dikira anak cewek, langsung diajak kenalan sama Kei (doh)
-Setelah meluruskan kesalahpahaman, kami berempat berkeliling komplek sambil cerita-cerita absurd.
-Tiba-tiba saja Tami berhenti di depan C14, rumah yang kelihatannya tak terurus.
-Waktu ditanya kenapa, dia bilang feelingnya gak enak
-Setelah diinterogasi, akhirnya dia cerita ada desas-desus seputar rumah itu.
-Disodori cerita horror, aku dan Kei malah tertarik masuk ke C14.
-Kei lalu menyesatkan Mayo dengan bishie-sparkle nya (lagi).
-Tami juga ikut karena merasa bersalah udah cerita-cerita.
-Rumah itu ternyata rumah biasa..... kalau gak memedulikan beberapa hal sih.
-Yang pertama rumah itu kayak dilanda angin topan tapi gak berdebu.
-Yang kedua tembok rumah itu penuh dengan turus dan tulisan yang sulit dibaca.
-Yang ketiga... ada bau terbakar di rumah itu.
-Insting ibu rumah tangga Mayo langsung jalan: Ia langsung lari menuju masakan gosong(?)
-Kei dan aku kecolongan, panik karena mengira ada psikopat yang bakar diri.
-Setelah buka pintu, Mayo secara tiba-tiba menghentikan larinya.
-Kei, Tami, dan aku tabrakan beruntun dan jatoh jadi tumpukan tak berarti.
-Setelah mendongakan kepala ternyata..... kami berada di dalam ruangan penuh dengan benda futuristik.
-Kami, minus Tami, cuma bisa ternganga. Tami sendiri bangkit dari jatuhnya, benar-benar kelihatan terkesan.
-Tami menganalisis beberapa benda, tapi daku cuma bisa angguk2 dengan pikiran kosong.
-Setelah memperagakan betapa tepatnya analisis dia, Tami menemukan mesin yang menyebabkan bau terbakar.
-Tami, Kei, dan Mayo kemudian mengoprek mesin itu... dan aku mulai merasa lucid.
-Tami, Kei, dan Mayo kemudian mengoprek mesin itu... dan aku mulai merasa lucid.
-Tadah~! Entah bagaimana mesinnya jadi bener, tapi...
-Tiba-tiba saja pintu didobrak menampilkan seseorang yang mengenakan jas lab.
-Ia membawa tumpukan kertas, kardus dan box pizza hingga menutupi wajahnya.
-kami langsung freeze di tempat sementara dia bersenandung riang menyusuri ruangan.
-Setelah menaruh barang-barangnya, dia baru sadar akan kehadiran kami.
-kami semua saling pandang dan kelihatan shock.
-Oke, jadi ini adalah Kak Pete. Setelah kenalan dengan agak canggung, kami bertukar penjelasan.
-Tiba-tiba saja Om Broto datang dan menyekap kami berempat di sebuah ruangan.
-tanpa diketahui Om Broto, saya punya kemampuan melepaskan diri dari segala jeratan yang ada.
-Kami mendengar pembicaraan sengit antara Om Broto dan asistennya dari celah pintu yang dibuka.
-Intinya Om Broto mencuri proyek sangat rahasia dari tempat kerja dan ulahnya ini sudah mulai terendus.
-Om Broto sangat stress dengan masalah keuangan dan atasannya yang gila kedudukan.
-Akhirnya ia memutuskan untuk melenyapkan kami berempat demi kemaslahatan negara (dan dirinya sendiri).
-Kakak asisten tidak bisa berbuat apa-apa, tapi ternyata kami bisa tawar-menawar untuk dibebaskan setelah dipekerjakan Om Broto.
-Om Broto memberi kami deadline.... dan dimulailah semua kerja keras penuh tekanan ini.
-Kami dipaksa menyelesaikan masalah dalam bidang yang tidak kami ketahui.
-Dari kami berempat cuma Tami yang pikirannya sampai ke masalah non teknis.
-Jadi... kerja kami begini: Om Broto menjelaskan ke Tami, Tami menerjemahkan ke bahasa yang kami pahami, Mayo memberi masukan revolusioner, Kei jadi pekerja kasar.... dan saya jadi pembantu rumah tangga. HUWEH
-setelah beberapa kali makan masakan abstrak (buatan saya), Kakak asisten berhasil membujuk Om Broto membelikan makanan luar.
-Mayo jadi moody dan berkomentar tajam karena kurang asupan mayones.
-Om Broto bahkan pernah kena sembur sentimen Mayo. Oleh karena itu dia mengijinkan Mayo menerima makanan di depan pintu (agar tidak ada salah pesanan?).
-Tentunya pengantar pesanan jadi familiar dengan Mayo setelah bolak-balik ke C14.
-Tanpa diceritakan oleh Mayo apa yang terjadi pun, si pengantar makanan tahu ada hal yang tidak beres.
-Kami memang sudah tak peduli dengan penampilan kami lagi.
-Mendekati deadline, pekerjaan kami belum menemukan titik terang masalah akhir.
-Kami memutuskan untuk menarik Elin ke dalam kekacauan ini. Sudah terlalu desperate, memang.
-Dengan bantuan pengantar makanan dan kakak asisten, kami berhasil menyelundupkan Elin ke dalam lab.
-Dengan bantuan pengantar makanan dan kakak asisten, kami berhasil menyelundupkan Elin ke dalam lab.
-Beberapa saat kemudian, semua masalah dengan mudahnya diselesaikan oleh Elin. o_o
-Kami pun bersorak-sorai penuh suka cita.
-Di tengah kegembiraan itu ada suara yang terdengar berat. Om Broto lah pemiliknya ._.
-Beliau marah besar mengetahui ada orang luar yang terlibat.
-Saat tengah malam tiba, kami digiring ke luar rumah tanpa ada pemberitahuan apa yang akan terjadi.
-Tiba-tiba saja si pengantar makanan datang tergopoh-gopoh.
-Ia mengatakan bahwa....... ada kawanan preman bermotor mencari komplek tempat C14 ini.
(udahan ah... capek nulis, jadi amburadul nih)
next part: mad dash, car chase and blockade, pupuk merconnya si Elin muncul lagi, Kei berantem tangan kosong, dan semua tertangkap kecuali... saya ;_;
Dulu pernah baca kalau masa bermimpi itu cuma 2 jam dalam waktu tidur 8 jam. Ini cerita dikarang tanpa sadar dalam tidur dua setengah jam... ajaib banget bisa jadi selengkap ini. Kalau sengaja ngarang cerita pasti bisa bengong seharian. Hal yang aneh di cerita ini hanyalah... kok gak ada orang yang nyariin Tami sih?
0 komentar:
Posting Komentar