MOTIVASI BELAJAR BAHASA ASING
Nurul Azizah – 19912076
Sekolah Arsitektur,
Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10 Kota
Bandung 40135, Indonesia
ABSTRAK
Penggunaan bahasa sangatlah penting dalam
setiap interaksi yang kita jalani. Dengan adanya bahasa, kita dapat membentuk hubungan
antar sesama manusia melalu interaksi. Karena bahasa yang digunakan manusia tidak seragam,
diperlukan pembelajaran bahasa untuk berkomunikasi dengan populasi dunia.
Apabila kita memiliki kemampuan berbahasa asing, kita dapat bertukar informasi
dalam cakupan wilayah yang lebih luas. Pertukaran informasi ini memunculkan motivasi
untuk belajar bahasa asing. Setelah dirumuskan, ternyata terdapat tiga motivasi
utama orang belajar bahasa asing. Orang ingin belajar bahasa asing karena senang
suatu bahasa asing, ingin memperluas pergaulan, dan ingin memperoleh pekerjaan.
kata kunci: motivasi belajar bahasa, penggunaan bahasa, manfaat dari bahasa
asing
I. PENDAHULUAN
Penggunaan bahasa sangatlah penting dalam setiap interaksi yang kita
jalani. Dengan berbahasa, kita dapat mengerti dan mempertanyakan apa yang
terjadi di sekitar kita. Kita juga dapat memberitahukan apa yang kita rasakan,
pikirkan, dan inginkan kepada orang lain. Artinya, bahasa memungkinkan pertukaran
informasi antara diri sendiri dengan orang-orang yang dapat dijangkau. Melalui
pertukaran informasi inilah, seseorang dapat mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan dengan individu yang lain. Hubungan diri dan orang lain kemudian dapat
terpetakan dalam gambaran mental seorang manusia. Jadi pada dasarnya, manusia
dapat membentuk hubungan sosial dengan menggunakan bahasa yang sama. Tanpa
adanya bahasa, interaksi tidak dapat memunculkan hubungan antar sesama manusia.
Memiliki kemampuan berbahasa selain bahasa
ibu tentunya sangat menguntungkan. Kira-kira terdapat enam sampai tujuh ribu
bahasa di dunia ini. Dari sedemikian banyak bahasa, terdapat beberapa bahasa
dengan jumlah pengguna yang sangat besar. Sebagai contoh, bahasa Mandarin
digunakan oleh lebih dari satu milyar orang; bahasa Inggris, lebih dari 500
juta orang; bahasa India, hampir 500 juta orang; bahasa Spanyol, hampir 400
juta orang; dan bahasa Rusia, hampir 300 juta orang. Dapat dibayangkan betapa
banyak orang yang dapat diajak berkomunikasi apabila kita mampu menggunakan
bahasa yang sama. Perluasan wilayah komunikasi ini secara langsung menambah
potensi terjadinya pertukaran informasi. Dengan memiliki kemampuan berbahasa
asing, kita dapat memperbanyak relasi yang juga berarti memperluas wilayah
pergaulan dan kesempatan kerja.
Saat ini, tidak sedikit orang yang tertarik
untuk mempelajari bahasa asing. Paling tidak, orang akan tertarik dengan bahasa
Inggris sebagai dampak dari globalisasi. Bahasa Inggris, biasanya dipakai untuk
kepentingan internasional, memang menjadi jawaban atas tuntutan pertukaran
informasi yang serba cepat. Namun, bukan berarti bahasa lainnya kehilangan daya
tarik begitu saja. Orang yang ingin belajar bahasa asing selain bahasa Inggris
juga terbilang tidak sedikit. Motivasi belajar mereka tumbuh dari kegemaran mereka
terhadap bahasa tersebut, keinginan memperluas pergaulan, dan keinginan
memperoleh pekerjaan.
Tulisan
ini membahas tiga macam alasan orang tertarik belajar bahasa asing. Bahasan
yang terdiri atas tiga bagian berikut akan diawali dengan penjelasan sebab
orang menyukai bahasa asing, daya tarik untuk memahami bahasa asing, dan
kecepatan belajar bahasa asing. Bagian kedua menjelaskan bahasa asing sebagai
sarana komunikasi, pemersatu dengan masyarakat dan bahasa populer. Kemudian, bagian
ketiga menjelaskan pemakaian bahasa asing untuk melanjutkan studi ke luar
negeri, bahasa asing sebagai nilai tambah, serta sebagai persyaratan dalam
dunia kerja. Terakhir, tulisan ini akan ditutup dengan bagian kesimpulan.
II. KEGEMARAN TERHADAP BAHASA ASING
Menyukai suatu bahasa bisa
dikarenakan menyukai negara atau media terkait. Salah satu buktinya adalah peminat
bahasa Jepang terus meningkat sejak tahun 1990-an, masa dimulainya popularitas
animasi dan video game Jepang.
Menurut data The Japan Foundation, pada tahun 2011, terdapat 300 ribu orang
Indonesia mampu menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa kedua atau ketiga.
Peningkatan jumlah juga terjadi pada peminat bahasa Korea beberapa tahun
terakhir. Institut Sejong di Amerika Serikat menyatakan bahwa terdapat
peningkatan cukup tajam pada jumlah pelajar bahasa Korea di antara tahun 2009
dan 2011. Peningkatan pada rentang waktu tersebut dihubungkan dengan
popularitas musik dan acara televisi Korea di mata dunia. Banyaknya konsumsi
media secara langsung menjadi pembiasaan terhadap bahasa asing terkait. Dengan
pembiasaan ini, seseorang dapat merasa bahasa asing terdengar praktis, indah,
dan mudah dipelajari.
Ketika
seseorang benar-benar menyukai bahasa asing, ia akan berusaha memahami bahasa
asing tersebut tanpa harus didesak siapapun. Ia akan mencari materi pembelajaran
baik di internet, buku, maupun orang yang memiliki kemampuan berbahasa apabila
memungkinkan. Mempelajari bahasa asing dapat menjadi kegiatan dengan pencapaian
kepuasan pribadi bagi orang yang tertarik. Tidak jarang orang seperti ini
menghabiskan biaya, waktu, dan tenaga untuk menguasai bahasa asing hingga
mendapat pengakuan dari instansi pemberi standar. Selanjutnya, pengakuan standar
dapat digunakan untuk memperoleh kesempatan lebih banyak berkomunikasi dalam
bahasa asing yang dikuasainya.
Perlu disebutkan
juga, orang yang menyukai bahasa asing belajar lebih cepat dibandingkan orang
yang tidak suka. Hal ini disebabkan oleh sifat kerelaan dan keaktifan dalam
mempelajari bahasa asing yang disukai. Apabila dihadapkan dengan materi yang
sulit, orang seperti ini lebih sabar dan tidak mudah berputus asa. Ia sudah
membuka diri terhadap kemungkinan materi yang sulit, sehingga dapat mengambil
langkah tepat begitu merasa penjelasan singkat tidak cukup. Dengan berbagai
media, ia akan mencari dan menganalisis situasi serupa dengan saat-saat materi
diterapkan. Kemudian, dari banyaknya situasi dapat ditarik kesimpulan untuk menjawab
permasalahan materi yang sulit. Pembelajaran akan berlangsung cepat apabila
materi yang sulit diatasi secara tepat.
III. PENGGUNAAN BAHASA ASING UNTUK PERGAULAN
Bahasa asing digunakan sebagai
sarana berkomunikasi antara pihak yang berbeda bahasa ibu. Dengan mencocokan
bahasa, kedua pihak dapat saling memahami tanpa adanya kesalahpahaman. Pada era
globalisasi ini, komunikasi antar wilayah yang jauh berbeda tak mungkin
terelakan lagi. Diperlukan kemampuan bahasa yang sesuai untuk bertukar
informasi antar wilayah tersebut. Tentunya waktu dan tenaga seorang manusia
tidak akan cukup apabila dipakai mempelajari setiap bahasa di muka bumi. Oleh
karena itu, hanya bahasa asing tertentu saja yang dipelajari dan digunakan
untuk komunikasi global. Bahasa asing yang dimaksud memiliki jumlah pengguna besar atau berkaitan
dengan wilayah penting; memungkinkan pertukaran informasi yang berdaya guna
tinggi dan efisien.
Lebih
khusus lagi, penggunaan bahasa asing dapat menjadi pemersatu individu dengan
masyarakat (asing). Hal ini sesuai dengan apa yang pernah Nelson Mandela
katakan: “Berbicara kepada seseorang dalam bahasa yang dimengerti akan sampai
ke kepalanya, berbicara dengan bahasanya akan sampai ke hati”. Dapat
disimpulkan bahwa berbicara bahasa yang sama dengan suatu masyarakat dapat
menggerakkan perasaan orang-orang dalam masyarakat tersebut. Kalaupun efeknya
tidak begitu dahsyat, penggunaan bahasa asing setidaknya menimbulkan
penghargaan dari masyarakat yang disebutkan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pemikiran
masyarakat bahwa kita meluangkan waktu untuk mengerti bahasa mereka, sebagian kecil
dari budaya yang punya sejarah panjang.
Selain untuk kepentingan
internasional, bahasa asing juga digunakan sebagai bahasa populer sehari-hari.
Pada kelompok usia muda, bahasa asing lazim digunakan untuk memperbaharui
status di jejaring sosial. Penggunaan ini memiliki maksud yang bermacam-macam,
bergantung kepada individu yang menulis. Ada yang bermaksud menaikan nilai
diri, ada yang bermaksud sekedar mencurahkan isi hati, ada juga yang bermaksud
menujukan status kepada golongan tertentu. Tentunya tidak hanya muncul di
jejaring sosial. Bahasa asing juga digunakan dalam komunitas yang berhubungan
dengan kebudayaan suatu bangsa. Contohnya penggunaan bahasa Brazil dalam
komunitas Capoeira, bahasa Jepang dalam komunitas pecinta budaya Jepang, dan
berbagai bahasa dalam komunitas Polyglot.
IV. PENGGUNAAN BAHASA ASING UNTUK MEMPEROLEH PEKERJAAN
Bahasa asing disiapkan sebagai modal belajar
di luar negeri. Ketika mengajukan permintaan beasiswa, kemahiran bahasa asing
ditekankan oleh pihak penyelenggara. Tentu saja hal ini beralasan, mengingat pembelajaran
adalah proses penyerapan informasi. Jangankan menyerap informasi, menangkap
saja tidak mungkin apabila kita tidak menguasai bahasa pengantar. Lagi pula,
untuk bertahan dalam masyarakat diperlukan bahasa asing sebagai bahasa
sehari-hari. Setidaknya kita harus mahir bercakap-cakap dalam bahasa Inggris,
bahasa yang diakui secara luas di dunia. Namun tidak jarang pula daerah yang
mengharuskan kita mahir bahasa lokal karena bahasa Inggris kurang dipahami
masyarakat daerah.
Selain
dalam pendidikan, bahasa asing menjadi nilai tambah dalam dunia kerja. Pada era
globalisasi sekarang ini, kemampuan komunikasi menggunakan bahasa asing
menguntungkan bagi banyak perusahaan. Hal ini berkaitan dengan persaingan dunia
kerja beralih ke tingkat internasional. Perusahaan dapat menjangkau lebih
banyak konsumen apabila karyawannya menggunakan bahasa asing yang dipakai
secara luas. Oleh karena itu karyawan yang menguasai bahasa Inggris, China,
Jerman, dan Perancis lebih disukai oleh perusahaan. Mereka yang menguasai
bahasa-bahasa tersebut diprioritaskan dalam ujian saringan masuk karyawan.
Kemampuan berbahasa asing tidak sekedar menjadi
nilai tambah dalam beberapa bidang kerja. Kemampuan ini menjadi persyaratan
wajib karena benar-benar diandalkan untuk berbisnis. Dalam bidang yang
dimaksud, penyampaian bahasa asing dijadikan hal yang diperdagangkan secara
langsung. Sebagai contoh, kemampuan sulih bahasa “dijual” oleh seorang
penerjemah media pertelevisian. Contoh lainnya, kemampuan presentasi “dijual”
seorang diplomat untuk menyampaikan kepentingan negara. Tentu tanpa kemampuan
berbahasa asing, orang sehebat apa pun tidak dapat bekerja sebagai penerjemah
ataupun diplomat.
V. PENUTUP
Dapat disimpulkan bahwa kegemaran orang terhadap bahasa
asing, keinginan memperluas pergaulan, dan keinginan memperoleh pekerjaan
menjadi motivasi seseorang belajar bahasa asing. Motivasi ini didasari oleh kebutuhan
yang berkaitan dengan manfaat belajar bahasa asing. Kita dapat merasakan
kepuasan pribadi, memperluas wilayah pergaulan, dan memperoleh penghidupan yang
layak apabila kita mempelajari bahasa asing. Manfaat yang menjadi motivasi
belajar bahasa asing ini diperbesar intensitasnya dengan dampak globalisasi.
VI. DAFTAR PUSTAKA
Lee,
Saekyun H.; HyunJoo Han. "Issues of Validity of SAT Subject Test Korea
with Listening". Applied Language
Learning 17 (1): 33–56
http://eksposnews.com/view/20/27220/Tinggi-Minat-Pelajar-Indonesia-Belajar-Bahasa-Jepang.html
Diunduh pada tanggal 1 Mei 2013
http://estnramalia.blogspot.com/2013/02/fakta-menarik-di-balik-bahasa-dunia.html
Diunduh pada tanggal 1 Mei 2013
http://listverse.com/2008/06/26/top-10-most-spoken-languages-in-the-world/
Diunduh pada tanggal 1 Mei 2013
http://www.importanceoflanguages.com/
Diunduh pada tanggal 1 Mei 2013
https://www.jpf.go.jp/
Diunduh pada tanggal 1 Mei 2013
https://mcscv.com/produk_detail.php?page-id=Jenis-Keterampilan-Yang-Paling-Dibutuhkan-Dunia-Kerja&rdmt=77428&id=defadm&pid=kualifikasi-skill-paling-dicari-perusahaan-dalam-rekruitasi-tenaga-kerja
Diunduh pada tanggal 2 Mei 2013
2 komentar:
waa, kata aku mah essai nya bagus~
-temanya sesuai dengan perkembangan zaman (era globalisasi = meningkatnya interaksi antar manusia dari berbagai negara sehingga dibutuhkan kemampuan untuk berbahasa asing)
-kata2nya sering digunakan dalam sehari-hari sehingga mudah dipahami (paling yang jarang AKU liat tuh kata "sulih".. tapi sebenernya tanpa tau arti dari kata "sulih" juga masih ketangkep kok maksud dari kalimatnya)
-kalimat2nya nyambung satu sama lain
-argumen2nya terlihat mendukung poin2nya (mungkin karena aku juga berpendapat sama)
-sepertinya hampir ga ada typo. (paling kayaknya yang "Nelson Mandala". kalo ga salah namanya teh "Nelson Mandela". atau ini beda orang?)
-Kesimpulannya benar2 merupakan kesimpulan, jadi tidak bertele-tele
mungkin cuma itu yang bisa aku komentarin~ (ingat, ini hanyalah komentar/pendapat dari orang yang awam tentang tulis-menulis, jadi belum tentu sepemikiran dengan orang yang ahli dalam bidang tulis-menulis)
ih, jadi pengen bisa nulis.. bisa-an ih *iri*
-salma-
Makasih banget Salma~ komentarmu sangat berharga bagi si sayah ini :3 sering2 komen yaaah
-hahahaha untunglah ada yang bilang gitu. Aku gak pede soalnya orang lain ngebahas masalah macem ruang terbuka hijau.
-kata dosen kalau nulis begini jangan pake bahasa ribet ... "menulis essai bukan untuk unjuk kemampuan, tapi untuk menyampaikan isi," katanya.
-AAAH!! itu typo yang gak keliatan pas dibaca ulang2! DX kamu apal namanya? dibenerin lagi deh
-kalimat dan kesimpulannya nyambung mungkin karena wajib bikin kerangka karangan dulu. ternyata beneran ngaruh yah o_o
pasti bisa nulis juga... kan salma orangnya kritis *iri*
Posting Komentar