0

Hahahachim

       Secara perlahan, hujan menghampiri tempat ku menunggu. Awalnya gerimis, namun gerimis berubah menjadi hujan kecil. Hujan kecil lalu berubah menjadi hujan deras. Hujan deras lalu menggubah simfoni yang mendatangkan rasa sepi. Butiran air jatuh di berbagai benda menimbulkan banyak suara. Namun tetap saja, simfoni itu hanya dimainkan oleh satu hal. Hal yang tidak membiarkan bunyi lain melengkapi, hal yang membungkap suara orang-orang dibalik tirai airnya. Tidak membiarkanku tentram, aku benci menunggu dalam hujan.

*lempar diri ke jurang*

0 komentar: