0

Chasing The Shadow's Tail #1

The awkward moment when plot bunnies prevent you from sleeping and make you staring blankly at wall nearby for more than an hour.
Yeah. That's what happened.
This post is not meant to be read, so I don’t bother to write it long.
I just wanna sleep peacefully. =_=

...Ow.
Ada apa ini? Di sini gelap sekali.
Night Mode: Activated.
     Perlahan aku bisa melihat keadaan di sekitarku. Aku berada di dalam ruangan yang sangat sepi. Sepertinya sudah lama orang-orang meninggalkan tempat ini. Terlihat banyak sarang laba-laba di sana-sini. Kotak-kotak kayu ditumpuk secara teratur di ujung ruangan. Apa aku tertidur di dalam gudang? Tidak, tempat ini terlalu aneh. Tidak ada jendela maupun penerangan buatan di sini. Yang kulihat hanyalah kotak-kotak kayu dan sebuah tuas berkarat. Mencurigakan sekali… memangnya aku sebodoh itu? Tidak mungkin kotak-kotak kayu ini bisa masuk lewat ventilasi. Pasti ada pintu di ruangan ini, mungkin tersembunyi di balik debu. Ayolaaaah…

     Setelah berputar-putar beberapa kali, aku dapat menyimpulkan bahwa tempat ini tertutup secara sempurna. Tidak ada air, tidak ada makanan… ya ampun.  Aku benar-benar menyesal menolak tawaran makan malam. Lagipula bagaimana caranya aku bisa sampai ada di sini? …Haaa menyebalkan. Dari awal instingku sudah bilang “Tarik saja tuas itu”. Mungkin lebih baik ku turuti daripada membuang waktu di sini. Paling tidak sesuatu pasti terjadi kan? bom meledak misalnya? Oh lucu sekali… seseorang pernah memarahiku karena terlalu percaya kepada insting.

…Siapa? Aku benar-benar tak ingat. Mencoba mengingatnya malah membuat kepalaku jadi panas.  
    
     Yah… kalau ruangan ini memang tak punya pintu keluar, ku buat saja sendiri. Orang yang mengurungku di sini benar-benar kurang kerjaan. Satu menit saja cukup. HIAAAH…
BAM!
     …pu-pundak ku… te-tembok besi ini kuat sekali… Terlalu kuat untuk sebuah tembok besi. Di dengar dari suaranya, mungkin malah tidak ada ruang kosong di sisi lain. Ahahahhaa. Tidak. Mungkin.

BAM! BAM! BAM!

Bercanda kan? Tunggu dulu… jangan-jangan…
“Agnes!! Hentikan siaran ini! Sama sekali tidak lucu! Oi…”

(Beberapa menit kemudian)

     Ini semua percuma. Batas waktu ku juga sudah habis… Apa yang harus ku lakukan? Tenang. Di saat seperti ini lebih baik mendinginkan kepala… santailah sedikit… bersandar… dan tak sengaja mendorong tuas.
Sialan. Lantainya bergerak.

Zzzzzzz…..
Ding!

Ini lift raksasa?

Tiger and Bunny fanfiction's intro.
(Hopefully), will be continued.

0 komentar: