0

Hening

Yah teman-teman, saya gagal memegang komitmen untuk meng-update komik strip "Pucuk dan Cobi" seminggu sekali. Mungkin menggambar 3 panel itu kelihatan gampang bagi teman-teman *lirik anak seni rupa*, tapi karena menggambar itu bukan hanya sekedar melihat, jelas saja saya merasa kesulitan :P Sudah ada niat, seharusnya bisa tetep selesai dalam seminggu kan? Yaah sebetulnya saya tidak punya pembelaan yang berarti, saya hanya tidak mood nongkrong di depan Photoshop setelah pulang dari 7Habits...

Kemarin acara pelatihan itu selesai, tamat, the end, owari, enggeus we lah; tapi bukan berarti strip selanjutnya bisa diunggah dalam jangka waktu yang dekat.... Ada sebuah acara yang muncul tepat di hari berikutnya, yaitu adalah OSKM, Orientasi Studi Kaderisasi Mahasiswa.

Acara OSKM ini lebih memeras tenaga dari pada pelatihan 7Habits. Selain jangka waktunya lebih lama, para peserta juga diberi jatah istirahat yang sangat terbatas. Hanya untuk shalat dzuhur dan asar, Sodara-sodara! Di dalam OSKM ini para mahasiswa baru ditanamkan nilai-nilai optimistis, seperti "Anda sekalian adalah calon pemimpin global, kita *tentu* bisa melakukan berubahan! (baca: tanggung jawab sama rakyat! itu kursi gak gratis woi, banyak yang harus ngalah!)","Kita beruntung Indonesia memasuki era di mana 60% penduduknya dalam usia produktif. Tidak semua negara punya kesempatan seperti itu. 40 Tahun ke depan, Indonesia bisa berhasil di tangan kalian semua.","Orang Indonesia masih kompak, kalau satu membantu, yang lain pasti mau ikut membantu. Negeri ini penuh bencana tapi bisa diselesaikan asal ada yang mau memulai" ...dan lain sebagainya. Pembicaranya datang dari berbagai bidang dan cara menyampaikan pesannya pun berbeda-beda. Menarik, tapi saya tidak akan membahasnya kali ini =))

Sebenernya tujuan saya menulis lagi adalah sharing percakapan berkesan ini:
"Eh, kalau habis lulus ITB kalian mau ngapain?"
"Nikah dong..."
"Pas umur berapa?"
"23, itu kan udah dapet ijazah... tinggal dapet suami mapan, hidup pasti terjamin~"
"Kalau kalian mau nikahnya pas umur berapa?"
"Wah nawarin calon nih? Biro jodoh, biro jodoh."
"Enggak, cuma kira-kira aja..." 
"Hahaha, 27 sih." "Aku juga 27."
 *tos sama temen*
Sementara itu...
"Kasih tau dong ke depan" <--maen pesan berantai dari bagian cowok, cewek baris di depan
"Oh emm... (nama), kamu cantik deh"
*keempat cewek nengok ke belakang, cowok-cowok ngeliat ke arah yang sama*
"Ciiieeeee beneran dapet 23! Hahahaha"
"Eh eh eh eh, by the way, kalo nikahnya 23, kerjanya kapan ya?"
"1 tahun cukup lah..."
"Rakyat kelaparan?" <---saya nyeletuk nyebut spanduk yang tadi dilewatin bareng-bareng, kirain gak kedengeran
"..."
"...bener juga yah"
(di saat ini saya beneran kaget)
"Apanya yang bener?"
"Kalau langsung nikah, ngapain ke FMIPA?" *refer to herself*
"...untuk diturunkan ke anak?"
"Kalau anaknya perempuan lagi?"
"..."

0 komentar: